Peran Seorang Ayah untuk Anak

Assalamualaikum Wr. Wb parentsss...

Zyan dan Buya


Beberapa waktu lalu saya sempat membaca status seorang teman yang selalu mengeluh karena merasa ayah dari anak-anaknya tidak pernah mempunyai waktu untuk bisa bercengkrama bersama anak-anak. Sebenarnya penting gak sih peran seorang ayah untuk anak-anaknya???Pertanyaan ini mungkin muncul dibenak parents.... Mengasuh dan membesarkan anak memang bukannlah perkara yang mudah. Peran kedua orang tua itu sangat berarti untuk mereka. Walaupun ibu yang mengandung dan melahirkan mereka, tapi peran ayah tidak kalah penting dengan ibu, karena dikhawatirkan jika ada ketimpangan peran maka anak tidak akan tumbuh sesuai harapan. 

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi pribadi yang baik dan berkarakter tangguh. bener gak?.. Maka dari itu harus ada peran dari kedua belah pihak yaitu ibu dan ayah, hadirkan dalam jiwa mereka sosok seorang ibu dan ayah, selalu ciptakan ikatan emosional antara ibu, ayah dan anak, selalu memberikan pengajaran dan pengasuhan semaksimal mungkin kepada mereka, Ajarkan mereka mengenai iman, orang tua tidak hanya memberikan teori tetapi harus diimbangi dengan praktenya, dan berkomunikasilah dengan anak-anak. 

Kadang miris juga ada beberapa ayah menganggap bahwa mengasuh dan mendidik anak hanyalah tugas seorang ibu sedangkan tugas utamanya hanyalah mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan istri dan anaknya saja secara materi.. huufftttt..-__- heelloooww... mencari nafkah memang kewajiban seorang ayah tetapi tidak melulu soal materi. Tugas seorang ayah bukan hanya itu. Seorang anak tidak hanya membutuhkan materi, mereka juga membutuhkan kasih sayang, perhatian dan pola didik yang baik dari ayahnya apalagi diusia keemasan mereka. Karena ibu juga masih memungkinkan kurang maksimal dalam mengarahkan dan mendidik anak.

Seorang ibu lebih cenderung pada kehalusan bertutur kata, bersikap sopan, kerja sama, keadilan dan keamanan sedangkan seorang ayah cenderung lebih menyemangati dalam berkompetisi, kemandirian, keberanian, tanggung jawab, mudah bergaul dengan dunia luar dan prestasi. Betul gak moms??:)

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar,” (QS. Luqman (31) ayat 13)

AYAT ini, bersama dengan ayat-ayat serupa (al-Baqarah 132, Yusuf 67) bercerita tentang para ayah (Luqman, Nabi Ya’kub, dan Nabi Ibrahim) yang sedang mendidik anak-anaknya. Ternyata, proses pendidikan (dalam keluarga) yang digambarkan melalui al-Qur’an dilakukan oleh para ayah Loh moms...
Bahkan dalam sebuah hadist Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.” Nabi pun mencontohkan, bahkan ketika beliau sedang disibukkan dengan urusan menghadap Allah SWT (shalat), beliau tidak menyuruh orang lain (atau kaum perempuan) untuk menjaga kedua cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan dan Husain. Bagi Nabi, setiap waktu yang dilalui bersama kedua cucunya adalah kesempatan untuk mendidik, termasuk ketika beliau sedang shalat. Subhanalloh :)

Ada satu penelitian yang menyatakan jika perhatian dan kepedulian ayah kurang, anak dapat mengalami father hunger, yaitu  kerusakan psikologis anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Akibatnya akan mengalami berbagai macam dampak negatif, dari segi sikap sampai pemikiran.. Duuhh jangan sampe..*knock on the wood.!!

Dilansir parenting.com, peran seorang ayah dapat mempengaruhi kehidupan sosial, prestasi di sekolah, dan pencapaian cita-cita anak-anaknya. Kehadiran seorang ayah bagi seorang anak akan menimbulkan keamanan emosional, kepercayaan diri dan keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Balita dengan keterlibatan ayah memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dan juga IQ lebih baik pada usia ke-3. Pada usia sekolah, pelajar yang ayahnya terlibat dalam pengasuhannya memiliki prestasi yang lebih baik dan juga kepercayaan diri lebih tinggi. Seorang ayah cenderung lebih dapat menjadi teman bermain bagi anak-anaknya daripada ibu. Dari interaksi ini anak-anak akan belajar banyak dari ayah mereka. Anak-anak yang memiliki sosok ayah di sisinya akan lebih merasa terlindungi dari bahaya sehingga memiliki sifat lebih pemberani.

Seorang ayah memiliki ketegasan yang lebih besar dibanding seorang ibu, karena itu peran ayah sangat besar dalam menghasilkan anak-anak yang disiplin. Seorang ibu akan lebih menggunakan perasaan dan sering menerima alasan yang dilontarkan anak-anak mereka. Sebuah survei di Amerika juga menyebut, kini peranan ayah dalam keluarga meningkat. Berbagai kajian para psikolog menyatakan, ayah kini mengambil peranan sangat besar dalam aktivitas rumah tangga maupun dalam proses mendidik anak. Para pria juga mengambil cuti saat "menjadi ayah" karena ingin memberikan waktu lebih besar bagi bayinya. Peranan yang dimaksud di sini adalah aktif dalam membentuk perkembangan emosi anak, menanamkan nilai-nilai hidup, dan kepercayaan dalam keluarga. Berbagai riset tentang perkembangan anak menunjukkan, pengaruh seorang ayah dimulai sejak usia yang sangat dini. 

Moms, sekarang sedikit banyaknya kita sudah tahu seberapa penting peran seorang ayah untuk anak-anak kita. Ternyata sosok ayah sangat penting dan krusial dalam perkembangan anak. Akan lebih baik jika parents bekerja sama dalam mendidik anak. Jika ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya maka ayah adalah kepala sekolahnya. So, untuk para ayah yang sibuk ada baiknya setiap hari bisa meluangkan waktu saat pulang bekerja untuk menemani anak bermain atau belajar.

Untuk parents yuukk kita evaluasi lagi cara mendidik anak-anak apakah peran ayah sudah terlaksana ataukah belum??...  SEMOGA BERMANFAAT..
Come on parents to be good parents for our children.. !!!

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

14 comments:

  1. intinya untuk mendidik anak, kedua orang tua dibutuhkan ya mb...ga dominan si ibu atau dominan si ayah,,jadi balance

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuupp..betul harus balance.. Hehe..:-)

      Delete
  2. Alhamdulillah suami saya suka bantuin ngurusin anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah yaa mbak,seneng rasanya kalo anak sama ayahnya deket..:-)

      Delete
  3. alhamdulilah mak papi nya ioo seneng banget kalau saya minta gantian ngajakin main.. emang anakpun jadi lebih cerdas ya katanya kalau dekat kedua orang tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, seneng y liat anak deket sama papinys..:-) ayoo ioo semangat terus ya mainnya.. Hehe

      Delete
  4. Iya bener banget ayah lebih tegas dan biasanya ibu suka menggunakan perasaan dan mentolerir alasan2 anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena dr itu mak peran ayah dan ibu hrs seimbang..:-)

      Delete
  5. aku pun sering mengingatkan suami kalau sedang di rumah agar dekat dengan Alfi, apalagi ketemunya kan 1 atau 2 minggu seklai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh,,Alfi pst ngajak main kalo ayahnya pulang ya,,soalnya kangen juga ketemuny 1/2 minggu skali..:-)

      Delete
  6. saya belum berumah tangga, terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  7. anak saya lebih sering sama papanya dibandingkan sama saya Mbak, mungkin karena kami hidup terpisah (LDR) :(

    ReplyDelete
  8. mbaak.. aku curhaaat :(

    waktu itu Danu berumur 6 bulan saat aku hamil 1 bulan anak kedua, dan keluhan kehamilan mulai datang lagi sebagaimana kehamilan pertama, mual muntah dan gak bisa bau dapur, sedangkan Danu membutuhkanku untuk MPASInya, tapi aku tidak berdaya, akhirnya ayahnyalah yang menggantikam posisiku, mandi, makan, bermain dilakukan bersama ayahnya, setelah anak kedua lahir (Maulana) aku baru merasa kalau Danu tidak begitu dekat denganku, tapi malah dekat dengan ayahnya, beruntung ayahnya berwirausaha jadi bisa kerja sambil momong anak, ternyata anak keduaku juga nempel sama ayahnya.. aku jadi iriiii... aku berusaha dekat dengan mereka, berhasil sih, sekarang yg pertama usia 2,8 dan adiknya 17 bulan, dan sekarang aku hamil lagi dan merasakan keluhan lagi, walhasil ya ayahnya lagi yg momong 2 bocah.. jadi merasa bersalah dgn anak2.. dalam hal ini suamiku 70% ngurus anak2ku.. hikss..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanalloh mbak, rezekinya berturut-turut..dan punya suami yang sangat baik dan pengertian bisa menggantikan peran mbak slm mba melewati masa2 ngidam.. Mbak bekerja?atau full mom kah?Sy cb berbagi pengalaman ya mbak, walopun mungkin ini brrbeda kasus,,:-) sy adlh full mom utk zyan (2), sy sll drmh sdngkan ayahnya bekerja pergi pagi pulang malam,tp sy sll ingin zyan bs dkt jg dgn ayahnya, makan drumah syn selalu menceritakan soal berbagai hal tentang ayahnya disela2 bermain, dan sdng melakukan aktivitas dan Alhamdulillah Zyan mengrerti, kalo pagi siang ayah bekerja untuk mencari nafkah. Sehingga Zyan pun dekat dgn ayahnya. Begitupun ayahnya yg selalu meluangkan wkt bermain dgn Zyan sesibuk apapun. Sehingga zyan pun nempel dgn sy, nempel jg dgn ayahnya. Dicoba dampingi aja terus mbak Danu dan Maulana saat aktivitas dgn ayahnya walaupun tdk langsung ikut bermain. Semangat terus ya mbak Uswah..

      Delete